Dongeng Putri Tidur yang Sebenarnya
Bukanlah Seperti yang Menurutmu Kau
Ketahui
|
Maleficent
|
|
|
Sutradara
|
|
|
Produser
|
|
|
Skenario
|
|
|
Berdasarkan
|
|
|
Narator
|
Janet McTeer
|
|
Pemeran
|
|
|
Tanggal rilis
|
|
|
Durasi
|
97 menit
|
|
Negara
|
|
|
Bahasa
|
|
|
S
|
eperti apakah dongeng-dongeng tentang putri
yang sudah anda baca? Sebagian besar bercerita tentang gadis yang selalu
dicelakakan dan diganggu oleh tokoh jahat yang ingin memusnahkannya. Contohnya
Putri Salju dengan penyihir yang memberikannya apel beracun, Cinderella dengan
ibu dan saudara tirinya yang kejam, Rapunzel si Rambut Panjang dengan penyihir
yang mengurungnya di menara tinggi, dan Ariel si Putri Duyung yang selalu
dicelakakan oleh Ursula Sang Penyihir. Walaupun menjalani masa-masa berat,
gadis-gadis itu berhasil melaluinya dan berakhir hidup bahagia selama-lamanya
bersama pasangannya. Namun apakah yang akan terjadi jika dongeng tersebut
diceritakan dari sudut pandang Sang Penjahat? Apakah ia benar-benar sejahat itu? Apakah cerita akan berakhir dengan hidup
bahagia selama-lamanya?
Maleficent
diliris pada pertengahan tahun 2014 silam dan mendapat sambutan yang hangat
dari masyarakat, khususnya para pecinta film Disney. Film ini menarik banyak
perhatian bukan hanya karena tokoh-tokohnya yang diperankan oleh artis-artis
papan atas Hollywood seperti Angelina Jolie, Elle Fanning, dan Sam Riley tapi
juga karena cerita menarik yang disajikan di dalamnya. Film yang disutradarai
Robert Stromberg dan diproduseri oleh Joe Roth ini mengambil cerita berdasarkan
dongeng Putri Tidur yang diceritakan dari mata Sang Penyihir Jahat, Maleficent
(Angelina Jolie). Dan tentu saja, dongeng putri tidur yang satu ini tidak
seperti yang menurut anda anda
ketahui.
Seorang peri kecil dengan
sepasang tanduk hitam yang bergelombang pada puncak kepalanya dan sepasang
sayap hitam besar yang kuat dan gagah pada punggungnya sedang bersantai
diantara dahan pohon, menikmati keindahan alam tempatnya tinggal, Moors. Ia
adalah Maleficent kecil, peri kecil yang manis, baik hati, kuat, berani, dan
berhati suci.
Pada
suatu hari, penduduk Moors mendapati adanya manusia yang mencuri permata dari
Kolam Permata di Moors. Maleficent langsung mendatangi manusia itu dan
memintanya untuk mengembalikan permata tersebut sebelum hal yang lebih buruk
terjadi. Manusia itu pun mengembalikannya dan penjaga hutan yang tadinya akan
menahan manusia itu pun berlalu. Manusia itu bernama Stefan. Manusia tidak
seharusnya berada di Moors karena Negeri Manusia dan Moors saling berperang
karena pemimpin manusia yang rakus bersikeras untuk menguasai Moors yang magis
dan misterius. Karena ini pertama kalinya Maleficent bertemu dengan manusia, ia
mengajak Stefan yang seumuran dengannya berkeliling Moors. Mereka salling
bertukar cerita satu sama lain dan menjadi dekat dalam waktu singkat. Stefan
adalah anak yatim piatu–sama seperti Maleficent, yang tinggal sendirian. Ia
bercita-cita menjadi raja di Negeri Manusia suatu saat nanti. Pada saat akan
berpisah, Stefan membuang cincin besinya yang melukai tangan Malficent karena
besi adalah kelemahan peri dan kembali menjabat tangan Maleficent. Stefan
berjanji akan kembali menemui Maleficent dan kemudian ia pergi berlalu.
Sejak
saat itu Stefan selalu datang ke Moors untuk mengunjungi Maleficent. Hubungan
mereka berkembang dari teman menjadi cinta. Tahun-tahun pun berlalu, Maleficent
remaja berulang tahun ke-16. Stefan pun memberikan hadiah ciuman yang mereka
yakini sebagai ‘Ciuman Cinta Sejati’. Saat semuanya terlihat baik-baik saja,
tiba-tiba Stefan tidak pernah lagi menemui Maleficent karena kesibukannya untuk
meraih impiannya menjadi raja. Maleficent hanya memakluminya karena itu adalah
cita-cita Stefan.
Beberapa
tahun kemudian, Maleficent tumbuh menjadi peri wanita yang sangat hebat, kuat,
dan menjadi pelindung Moors. Suatu hari, Moors diserang oleh Negeri Manusia
dipimpin oleh Raja. Namun Maleficent mengalahkan mereka semua dengan sayapnya
yang kuat, kekuatan sihirnya, dan dibantu oleh makhluk penjaga Moors lainnya.
Pasukan manusia pun mundur dengan raja mereka yang terluka parah akibat
serangan langsung Maleficent.
Di
kamarnya, Raja memberitahu kepada petinggi-petinggi kerajaan bahwa ia akan
menyerahkan tahtanya dan putrinya untuk dinikahi kepada siapapun yang membunuh
Maleficent. Stefan yang kebetulan berada di dalam kamar Raja pun
mendengarkannya. Pada malam harinya, Stefan pergi ke Moors untuk menemui
Maleficent. Maleficent sangat bahagia melihat Stefan. mereka menghabiskan malam
sambil bercerita dan meminta maaf atas hal-hal yang terjadi pada masa lalu.
Maleficent tidak tahu kalau Stefan memberinya obat tidur. Maleficent pun
tertidur nyenyak di depan Stefan. Dengan pisau tajamnya, Stefan berulang kali
mencoba membunuh Maleficent yang sedang tertidur, namun ia tidak bisa. Akhirnya
Stefan memotong kedua sayap Maleficent dan meninggalkannya sendirian pada pagi
harinya. Stefan memperlihatkan sepasang sayap Maleficent kepada Raja dan ia pun
diangkat menjadi Raja. Maleficent yang bangun pada pagi harinya sadar bahwa
sayapnya lenyap meninggalkan bekas luka besar pada punggungnya. Ia berteriak
keras sekali. Sikap Maleficent pun berubah jauh. Ia menjadi lebih gelap, penuh
kemarahan, dan pemurung.
Suatu
hari, Maleficent menyelamatkan seekor gagak dari seorang pemburu. Sebagai tanda
balas budi, gagak bernama Diaval itu mengabdikan dirinya untuk Maleficent. Dari
Diaval-lah Maleficent tahu bahwa Stefan telah menjadi Raja dan memiliki anak
perempuan bernama Aurora. Kebetulan hari itu adalah hari perayaan di Istana
sehingga banyak rakyat dan peri yang datang memberi hadiah. Maleficent yang
masih dipenuhi kebencian dan kemarahan datang ke Istana dan memberikan kutukan
pada Aurora. Pada ulang tahun Aurora yang ke-16, ia akan tertusuk jarum mesin
pintal pada malam hari dan tertidur selamanya seperti orang mati dan tidak ada
kekuatan di dunia ini yang dapat mematahkannya kecuali ciuman cinta sejati.
Maleficent meyakini bahwa tidak ada ciuman cinta sejati di dunia ini.
Setelah
meberi kutukan, Maleficent pun pergi menghilang. Perayaan langsung dihentikan
saat itu juga. Raja Stefan memberi perintah untuk menghancurkan semua mesin
pintal yang ada dan menguncinya di gudang bawah tanah Istana. Raja Stefan juga
menyerahkan Aurora pada tiga peri yang datang pada perayaan itu dan menyuruh
mereka untuk membawa pergi Aurora jauh ke hutan dan mengurusnya, Mereka hanya
boleh membawa kembali Aurora ke Istana saat ulang tahunnya yangbke 16 lebih
satu hari. Raja juga menyuruh prajuritnya bekerja tanpa henti menyiapkan
senjata untuk melawan Maleficent.
Aurora
pun dibesarkan oleh tiga peri mungil yang berubah menjadi manusia yang memiliki
cara asuh yang aneh. Walaupun membencinya, Maleficent sering mendatangi dan
mengawasi Aurora dari kejauhan. Diaval dan Maleficent terkadang bergantian
mengurus Aurora saat ketiga peri itu lengah. Tak jarang juga Maleficent
mempermainkan ketiga peri ceroboh itu untuk hiburan.
Aurora
remaja tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, baik hati dan disayangi semua
orang–persis seperti mantra hadiah yang diberikan peri-peri dulu. Pada suatu
hari, Aurora bertemu langsung dengan Maleficent. Aurora sangat senang karena ia
akhirnya bertemu dengan orang yang dia yakini sebagai Ibu Perinya yang selalu
menjaganya dari dulu. Mulai saat itu, mereka sering berpergian dan bermain
bersama layaknya anak dan ibu. Hati Maleficent yang keras pun luluh dan
akhirnya perlahan-lahan mengakui bahwa ia memang menyayangi Aurora, bagaikan
Aurora adalah anaknya. Maleficent sangat menyesal sudah mengutuk Aurora. Pada
suatu malam saat Aurora tertidur lelap, Maleficent masuk mengendap ke kamarnya
dan berusaha mengangkat kutukannya. Namun apa daya, tak ada kekuatan di bumi
yang dapat menghilangkan kutukan tersebut kecuali ciuman cinta sejati.
Saat
Aurora sedang berjalan pulang dari hutan, ia bertemu dengan seorang pangeran
tampan yang tersesat. Mereka berbincang malu-malu sebentar dan sang pangeran
pergi. Ia berjanji akan kembali menemuinya lagi. Aurora takbisa berkata-kata
hanya tersenyum dengan semburat merah di pipinya. Maleficent dan Diaval melihat
kejadian itu dari kejauhan. Diaval
berkata mungkin saja pangeran itu adalah ciuman cinta sejati Aurora, namun
Maleficent hanya menjawab bahwa kutukan itu tidak bisa dihilangkan. Tidak ada
ciuman cinta sejati.
Pada
ulang tahun Aurora ke-16, Aurora memberitahu Maleficent bahwa impiannya adalah
tinggal di Moors selamanya dengannya. Namun saat ia sampai di rumah, ia
akhirnya tahu dari tiga peri pengasuhnya bahwa Maleficent dulu mengutuknya dan
dia adalah seorang putri. Dalan keadaan sakit hati, Aurora melarikan diri ke
istana tempat ayahnya tinggal tapi ia malah dikunci di kamar. Namun itu tidak
berguna, Aurora terhipnotis pada malam harinya. Ia berjalan menuju gudang bawah
tanah dan tertusuk jarum mesin pintal lalu tertidur. Seorang pelayan istana
menemukan Aurora dan membawanya ke istana. Di tempat lain, Maleficent membawa
Pangeranyang ditemui Aurora di hutan sambil menunggangi Diaval yang berubah
menjadi kuda ke istana. Mereka berdua berharap pangeran muda tersebut dapat
mematahkan kutukannya.
Saat
sampai di istana, halaman depan penuh dengan senjata besi. Maleficent harus
bergerak perlahan jika tidak ingin melukai dirinya sendiri. Maleficent
melewatinya dan segera masuk ke kamar dimana Aurora sedang tidur lalu
bersembunyi. Ia melepaskan mantranya dari Sang Pangeran sehingga ia sadar. Di
dalam kamar ketiga peri sedang menuggu. Melihat Pangeran, mereka langsung menyuruhnya
untuk mencium Aurora. Mereka menunggu, namun Aurora tidak bangun. Mereka
berempat pun meninggalkan ruangan itu.
Saat
mereka keluar, Maleficent dan Diaval pun keluar dari tempat persembunyian. Maleficent benar-benar sedih dan mengakui bahwa sisa hatinya
yang telah hancur telah diisi oleh kehadiran Aurora. Maleficent sangat menyayangi
Aurora dan ingin Aurora kembali. Maleficent lalu mengecup
lembut kening Aurora seakan ia adalah ibu dari Aurora. Dan ajaibnya, kutukannya
lepas. Aurora terbangun.
Aurora ingin melarikan diri dari
istana dan ikut Maleficent kembali ke Moors. Namun ditengah perjalanan, mereka
dihadang oleh sekelompok prajurit dan Raja Stefan yang memakai baju zirah serta
senjata dari besi. Mereka saling menyerang namun Maleficent lemah tanpa
sayapnya. Ia pun mengubah Diaval menjadi naga untuk melindunginya. Aurora
bingung dan tak sengaja masuk ke ruangan dimana Ayahnya menyimpah sayap
Maleficent. Ia membebaskan sayap tersebut dan dalam sekejap Maleficent dan
sayapnya bersatu kembali. Maleficent sudah jauh lebih kuat sekarang.
Pasukan Raja Stefan kalah. Maleficent
membawa Stefan yang berpegangan pada kakinya ke puncak menara. Maleficent
berencana membunuhnya disana. Namun karena Maleficent masih menyimpan sedikit
rasa untuk Stefan, ia tidak jadi membunuhnya dan melepaskannya. Bodohnya,
Stefan menyerang Maleficent saat itu dan akhirnya keadaan berbalik. Stefan
jatuh dari menara dan ia meninggal.
Pada akhirnya, Negeri Manusia dan
Moors pun berdamai dengan Aurora sebagai pewaris tahta keduanya. Aurora
memutuskan untuk tinggal di Moors bersama Maleficent. Maleficent sudah kembali
menjadi dirinya yang dulu lagi dengan Aurora di sampingnya. Moors yang kelam
karena terpengaruh sihir Maleficent pun sudah kembali indah seperti semula dan
mereka hidup bahagia selama-lamanya.
Film ini memiliki
banyak perbedaan dengan dongeng dan film animasinya, namun sama sekali tidak
mengecewakan. Bagi mereka yang sudah mengetahui dongeng aslinya, film ini
banyak memberikan detil-detil yang tidak pernah diungkap sebelumnya baik dalam
dongeng maupun animasinya. Untuk mereka yang tidak mengetahui dongengnya, film
ini patut ditonton karena alurnya yang sangat mudah dimengerti, cerita
menariknya, dan juga cocok untuk tontonan keluarga. Bagi mereka yang menyukai
film fiksi dengan sentuhan-sentuhan sihir yang kental, film ini dapat dijadikan
pilihan untuk dinikmati karena memuat banyak sekali hal-hal magis seperti peri,
naga, sihir, troll, dan tanaman-tanaman serta makhluk-makhluk eksotis lainnya
dengan kualitas animasi yang menakjubkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar